Minggu, 01 Mei 2016

TUGAS SOFTSKILL (AKUNTANSI INTERNASIONAL)

Manajemen Risiko Keuangan

1. Hal Mendasar
Tujuan utama manejemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Sebagai contuoh sebuah perusahaan di swedia yag menerbitkan saham baru bagi investor domestik mungkin memandang risiko pasar sebagai eksposur terhadap kenaikan harga saham. Kenaikan harga saham yang tidak terduga tersebut tidak diinginkan jika perusahaan penerbit saham dapat mengeluarkan jumlah lembar saham yang lebih sedikit untuk memperoleh jumlah uang tunai yang sama dengan cara menunda penerbitan saham selama beberapa saat. Dilain pihak, seorang investor swedia akan melihat resiko berupa kemungkinan penurunan harga ekuitas. Jika harga-harga saham menurun secara signifikan dalam jangka pendek, investor akan lebih baik menunggu dulu sebelum melakukan pembelian.
Para pelaku pasar cenderung tidak berani mengambil risiko, banyak yang akan memperdagangkan beberapa potensi laba untuk perlindungan terhadap perubahan harga yang merugikan. Ada beberapa bentuk dari risiko pasar. (a) Risiko likuiditas timbul karena tidak semua produk manajemen risiko keuangan dapat memperdagangkan secara bebas. (b) Diskontinuitas pasar mengacu pada risiko bahwa pasar tidak selalu menimbulkan perubahan harga secara bertahap. (c) Risiko kredit merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam kontrak manjemen risiko tidak dapat memenuhi kewajibannya. (d) Risiko regulasi adalah risiko yang timbul karena pihak otoritas public melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu. (e) Risiko pajak merupakan risiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu tidak dapat memeperoleh perlakuan pajak yang diingnkan. (f) Risiko akuntansi adalah peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai tidak dapat dicatat sebagai bagian dari transaski yang hendak dilindung nilai.


2. Mengapa Mengelola Risiko Keuangan
Pertumbuhan jasa manajemen risiko yang cepat menunjukkan bahwa manajemen dapat meningkatkan  nilai perusahaan dengan mengendalikan risiko keuangan. Jika nilai perusahaan menyamai nilai kini arus kas masa depannya, manajemen potensi risiko yang aktif dapat dibenarkan dengan beberapa alasan.
Pertama, manajemen eksposur membantu dalam menstabilkan ekspektasi arus kas perusahaan. Arus kas yang lebih stabil dapat meminimalkan kejutan laba, sehingga meningkatkan nilai kini ekspektasi arus kas. Laba yang stabil juga mengurangi kemungkinan risiko gagal bayar dan kebangkrutan, atau risiko bahwa laba mungkin tidak dapat menutupi pembayaran jasa utang kontraktual.
Manajemen eksposur yang aktif memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi pada risiko bisnisnya yang utama. Dengan demikian, suatu perusahaan manufaktur dapat melakukan lindung nilai risiko suku bunga dan mata uang dan berkonsentrasi pada produksi dan pemasaran.
Para pemberi pinjaman, karyawan dan pelanggan juga memperoleh mafaat dari manajemen eksposur. Pada umumnya pemberi pinjaman memiliki toleransi risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pemegang saham, sehingga membatasi eksposur perusahaan untuk meyeimbangkan kepentingan pemegang saham dan pemegang obligasi. Akhirnya, karena kerugian yang ditimbulkan oleh risiko harga dan suku bunga tertentu dialihkan kepada pelanggan dalam bentuk harga yang lebih tinggi.

3. Peranan Akuntansi
Akuntan manajemen memainkan peranan yang penting dalam proses risiko manajemen. Mereka membantu dalam mengidentifikasi eksposur pasar, mengkuantifisikasi keseimbangan yang terkait dengan strategi respons risiko alternatif, mengukur potensial yang dihadapi perusahaan terhadap risiko tertentu, mencatat produk lindung nilai tertentu dan mengevaluasi efektivitas program lindung nilai.
·         Identifikasi Risiko Pasar
Kerangka dasar yang bermanfaat untuk mengidentifikasi berbagai jenis risiko market berpotensi dapat disebut sebagai pemetaan risiko. Kerangka ini diawali dengan pengamatan atas hubunganberbagai risiko pasar terhadap pemicu nilai suatu perusahaan dan pesaingnya. Risiko pasar mencakup risiko kurs valuta asing dan suku bunga serta risiko terhadap komoditas dan ekuitas.
·         Menguantifikasi Penyeimbangan
Proses kuantifikasi penyeimbang berkaitan dengan alternatif strategi respons risiko. Akuntan harus mengukur manfaat dari lindung dinilai dan dibandingkan dengan biaya plus kesempatan berupa keuntungan yang hilang dan berasal dari spekulasi pergerakan pasar.
·         Manajemen Risiko di Dunia dengan Kurs Mengambang
Risiko kurs valas adalah salah satu bentuk risiko yang paling umum dan akan dihadapi oleh perusahaan multinasional. Selain itu, konsep manajemne risiko dan perlakuan akuntansi terkait untuk risiko kurs valuta asing sejalan dengan risiko suku bunga, harga komoditas, dan harga ekuitas. Dalam dunia kurs mengambang, manajemen risiko mencakup (1) antisipasi pergerakan kurs, (2) pengukuran risiko kurs valas yang dihadapi perusahaan, (3) perancangan strategi perlindungan yang memadai, dan (4) pembuatan pengendalian manajemen risiko internal.
·         Potensi Risiko Translasi
Potensi risiko translasi mengukur pengaruh perubahan kurs valas terhadap nilai ekuivalen mata uang domestik atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang dimiliki oleh perusahaan.
·         Akuntansi Untuk Produk Lindung Nilai
Produk lindung nilai kontraktual merupakan kontrak atau instrumen keuangan yang memungkinkan penggunaannya untuk meminimalkan, menghilangkan, atau paling tidak mengalihkan risiko pasar pada pundak pihak lain. Banayak dari instrument derivatif ini telah menjadi semakin kompleks, survey terhadap pengguna mencatat preferensi manajemen terhadap bentuk paling dasar atau sederhana dari instrumen ini. Pengetahuan atas aturan pengukuran akuntansi untuk derivatif merupakan sesuatu yang penting ketika merancang suatu strategi lindung nilai yang efektif bagi perusahaan.

4. Lindung Nilai atas Aktiva, Kewajiban yang diakui tau Komitmen Perusahaan Yang Belum Diakui
Pada tanggal 1 september, sebuah perusahaan manufaktur Kanada menjual secara kredit barang dagang kepada sebuah importir Meksiko dengan jumlah 1 juta peso Meksiko (Mexican Peso-Mp). Kurs dolar Kanada / Peso adalah C$0,14 = Mp1. Dengan mengasumsikan bahwa diskon diperlakukan sebagai bagian dari beban operasi, pengaruh bersih transaksi lindung nilai terhadap laba operasi (dengan mengabaikan komisi dalam mata uang asing) ditentukan sebagai berikut :
Nilai ekuivalen dolar atas piutang yang diterima dari importir Meksiko      $110.000
keuntungan transaksi dari kontrak forward                                               30.000
perolehan dari komitmen penjualan                                                          140.000
-Diskon atas kontrak forward                                                                   (10.000)
Laba operasi                                                                                           $130.000

5. Lindung nilai investasi bersih dalam operasi luar negeri
Kerugian translasi terjadi jika anak perusahaan luar negeri memiliki posisi kewajiban bersih terpapar dan nilai mata uang asing meningkatrelatif terhadap mata uang induk perusahaan. Salah satu cara untuk meminimalkan kerugian ini adalah dengan membeli kontrak forward. Strategi ini berarti menggunakan keuntungan transaksi yang direalisasikan dari kontrak forward untuk mengimbangi kerugian translasi.

6. Berspekulasi dalam mata uang asing
 Perlakuan akuntansi untuk instrument mata uang asing mirip dengan perlakuan untuk kontrak forward. Perlakuan ini didasarkan pada sifat aktivitas lindung nilai ; yaitu apakah derivatif melindungi nilai komitmen perusahaan, transaksi yang akan terjadi, investasi bersih pada operasi luar negeri. Kesulitan dalam pengukuran nilai wajar dan perubahan dalam nilai instrumen lindung nilai terjadi apabila derivatif keuangan tidak diperdagangkan secara aktif. Contohnya pengukuran keuntungan atau kerugian yang berkaitan dengan kontrak opsi akan bergantung pada apakah opsi tersebut diperdagagangkan pada suatu bursa efek utama atau diluar bursa utama. Penilaian opsi dapat dengan mudah dilakukan jika opsi dicatat pada sebuah bursa efek utama. Penilaian akan lebih sulit dilakukan jika opsi diperdagangkan melalui perantara (over-the-counter).

7. Pengungkapan
Melakukan analisis atas pengaruh potensial kontrak derivatif terhadap kinerja yang dilaporkan dan terhadap karakteristik risik suatu perusahaan merupakan hal yang sulit dilakukan. Pengungkapan yang diwajibkan oleh FAS 133 dan IAS 39 sedikit banyak telah menyelesaikan masalah tersebut. Pengungakapan itu antara lain :
ü  Tujuan dan strategi manajemen risiko untuk melakukan transaksi lindung nilai
ü  Deskripsi pos-pos yang dilindung nilai
ü  Identifikasi risiko pasar dari pos-pos yang dilindungi nilai
ü  Deskripsi mengenai instrumen lindung nilai
ü  Jumlah yang tidak dimasukkan dalam pendidikan efektivitas lindung nilai
ü  Justifikasi awal (apriori) bahwa hubungan lindung nilai tersebut akan sangat efektif untuk meminimalkan risiko pasar
ü  Penilaian berjalan mengenai efektivitas lindung nilai aktual dari seluruh derivatif yang digunakan selama periode berjalan.
Kendali keuangan
Setiap strategi manajemen risiko keuangan harus mengevaluasi efektivitas program lindung nilai. Umpan balik dari system evaluasi yang berjalan akan membantu untuk menyusun pengalaman kelembagaan dalam praktik manajemen risiko. Penilaian kinerja program manajemen risiko juga memberikan informasi mengenai kapan strategi yang ada sudah tidak lagi tepat untuk dilakukan.

8. Acuan yang tepat
Acuan perlu diperjelas dibagian awal sebelum pembuatan program perlindungan dan harus didasarkan pada konsep biaya kesempatan. Jika program manajemen risiko valas tersentralisasi, maka acuan yang tepat dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program perlindungan risiko perusahaan merupakan program yang dapat diimplementasikan oleh manajer setempat.
Kinerja suatu produk lindung nilai tertentu (seperti swap mata uang), atau kinerja seorang manajer risiko, akan dinilai dengan membandingkan imbalan yang dihasilkan dari transaksi yang secara aktif dilindung nilai dengan imbalan ekonomi yang seharusnya akan diperoleh seandainya suatu perlakuan acuan telah digunakan.


Referensi:
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Buku 2 Edisi 5.  Jakarta: Salemba Empat,2005.


Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional

Nama   : N. Olivia & R. Astuti

Dosen  : Jessica Barus, S.E., Mmsi.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar